Tips Cara Memilih Rumah

Juni 20th, 2009

Tempat tinggal adalah kebutuhan utama setiap orang. Dana yang dikeluarkan untuk itu juga besar. Tidak jarang seseorang harus menabung selama beberapa tahun bahkan hanya untuk bisa membayar uang muka saja. Padahal masalah tidak hanya itu. Saat memilih rumah pun tidak jarang berakhir dengan kekecewaan. Berdasarkan pengalaman saya dan orang-orang yang saya kenal maka saya mengambil beberapa hal yang harus menjadi perhatian dalam memilih rumah.

memilih-rumah

  • Lokasi

Banyak orang menentukan pilihan rumah yang akan mereka tempati berdasarkan lokasi. Biasanya mereka memilih berdasarkan kemudahan akses ke tempat-tempat umum seperti pasar, rumah sakit, kantor polisi, dan lain-lain. Ada baiknya juga memperhatikan lebar jalan di depan komplek perumahan dan jarak 1 km dari perumahan. Semakin lebar jalan tersebut semakin strategis letak perumahan tersebut.

  • Pengembang

Perhatikan pengembang yang membangun rumah tersebut. Sudah berapa perumahan yang dibangun dan selidiki kualitas perumahan tersebut. Berapa lama dibangun dan tingkat hunian selama jangka waktu tertentu. Perumahan yang bagus cenderung cepat diisi oleh penghuni. Tentu saja pengembang yang baru akan menggunakan harga sebagai strategi utamanya. Hal tersebut tidak menjadi masalah asal benar-benar diteliti sebelum membeli. Pengembang kecil yang bagus akan lebih baik dari pada pengembang besar yang kurang punya itikad baik.

  • Brosur yang digunakan

Apakah brosur berisi informasi lengkap? Gambar-gambar yang ada di brosur apakah berupa foto atau sketsa? Denah lokasi yang terlampir dapat dijadikan acuan. Biasanya pada denah digambarkan bahwa lokasi perumahan terletak dekat dengan lokasi-lokasi strategis seperti kampus, sekolah, rumah sakit, dan lain-lain. Pastikan bahwa denah yang tergambar berisi perbandingan jarak yang realistis. Lebih bagus jika jarak tercantum. Tapi pastikan juga bahwa jarak yang tertulis sama atau tidak berbeda jauh dengan jarak yang sebenarnya. Hal ini terkait kejujuran pengembang dalam memberikan informasi.

  • Survey lokasi

Di lokasi anda dapat melihat-lihat kualitas rumah yang sudah atau sedang dibangun. Mungkin ada tumpukan batu bata atau sedikit material lain di kavling di sekitar rumah yang anda incar. Jangan langsung berasumsi bahwa kavling tersebut sudah laku. Kadang pengembang ingin memberi kesan bahwa perumahan mereka cepat laku dan kavling yang anda incar juga disenangi calon konsumen lain. Ada baiknya anda lakukan survey sebelum dan sesudah menemui pengembang. Survey pada malam hari dan siang hari juga memperlihatkan sesuatu yang berbeda. Saat malam hari biasanya dapat diketahui penerangan jalan di perumahan. Melalui lampu yang menyala pada setiap rumah juga dapat diketahui perbandingan antara rumah yang sudah dibangun dan rumah yang sudah dihuni. Informasi dari penghuni lama juga perlu anda dapatkan.

  • Meningkatkan kualitas rumah

Mungkin anda tergiur dengan harga murah yang ditawarkan oleh pengembang yang baru. Biasanya pembangunan rumah dilakukan oleh pengembang. Pastikan untuk melakukan pengawasan ketat dalam proses pembangunan rumah tersebut. Anda harus tega untuk cerewet ikut campur dalam pembangunan rumah. Kumpulkan informasi sebanyak-banyaknya mengenai bagaimana cara membangun pondasi, tembok dan bagian-bagian rumah lainnya. juga lakukan survey terhadap harga material yang anda gunakan. Terutama jika anda ingin melakukan perubahan spesifikasi dari rumah standar yang ditawarkan pengembang.

  • Kelengkapan administrasi

Hal ini berhubungan dengan perjanjian jual-beli, spesifikasi bangunan, sertifikat dan lain-lain. Perhatikan apakah sudah cukup detail hal-hal yang diatur di dalam kelengkapan administrasi tersebut. Denda keterlambatan biasanya hanya dikenakan pada pihak pembeli. Dalam hal ini biasanya juga pembeli bersikap pasif akan perjanjian yang berpotensi merugikan dirinya terserbut. Jika ada sekali atau bahkan beberapa kali keterlambatan yang dilakukan pihak pengembang segera tekankan untuk merevisi perjanjian pada bagian jika keterlambatan dilakukan oleh pihak pengembang. Katakan, bahwa hal itu anda inginkan supaya terjalin kerjasama yang saling menguntungkan diantara kedua pihak.

Mudah-mudahan tips atau trik di atas bisa berguna buat yang membacanya.

Cara Menghemat Pemakaian Gas

Mei 12th, 2009

 Cara Menghemat Pemakaian Gas

Gas di dapur habis sebelum waktunya? Berikut beberapa cara untuk menghemat pemakaian gas.Pengunci-regulator-gas

  1. Bersihkan kompor gas secara berkala. Saluran gas yang kotor mengakibatkan api yang dihasilkan tidak berwarna biru. Jadi waktu memasak bertambah lama. Paling tidak bersihkan kompor gas dan seluruh saluran didalamnya maksimal 4 bulan sekali.
  2. Gunakan selang gas yang baik. Gas bersifat menekan kesegala arah dengan tekanan 500 psi. Baca tulisan di selang, minimal harus mempunyai kemampuan menahan tekanan sebesar 500 psi juga. Jika kurang dari itu maka selang akan cepat kendor. Akibatnya gas dapat keluar melalui sela-sela selang.
  3. Gunakan regulator yang standar. Ada berbagai jenis regulator beredar di pasaran. Regulator yang cukup dapat digunakan adalah regulator otomatis. Pengertian otomatis disini adalah, regulator dapat mendeteksi kebocoran gas. Regulator menghambat keluarnya gas jika terjadi kebocoran di selang atau kompor gas. Cara mengecek apakah regulator yang digunakan adalah regulator otomatis yang baik adalah dengan memasang regulator tanpa selang. Kemudian regulator dikunci. Perhatikan apakah ada gas keluar. Jika tidak, maka regulator yang digunakan adalah regulator otomatis.
  4. Saat tidak digunakan, terutama jika bepergian dalam waktu lama, lepas regulator dari tabung gas. Cara ini efektif tapi agak merepotkan.
  5. Gunakan pengait regulator. Belakangan ini ketiga poin diatas dirasa kurang cukup. Entah mengapa kualitas kompor, selang dan regulator yang beredar di pasaran menurun. Akibatnya gas sering lebih cepat habis dari seharusnya. Karena itu sekarang ada alat pengait regulator tabung gas. Pengait ini ada yang berbahan plat besi dan plastik dengan beberapa jenis desainnya. Pengait yang berbahan plat besi lebih kuat tapi diperhatikan ketebalan plat yang digunakan juga. Plat yang cukup baik mempunyai ketebalan minimal 3 mm.

Sumber Kreativitas.

Mau Usaha Apa ya..???

Mei 5th, 2009

Mau Usaha Apa ya..???

TandaTanya Ada beberapa kendala yang muncul saat seseorang ingin memulai suatu usaha. Salah satunya adalah jenis usaha yang ingin dijalankan oleh orang tersebut. Bisa jadi dengan dana sekian juta dia ingin menjalankan suatu usaha tertentu. Tapi ternyata setelah dihitung-hitung dana yang ada tidak mencukupi untuk usaha tersebut. Ada juga orang yang tidak bermasalah dengan keuangan tapi malah bingung dengan pilihan usaha yang akan dilakukan. Terkadang tekad sudah membara untuk berwiraswasta tapi tanpa dana dan tanpa tahu jenis usaha apa yang ingin dilakukan. Jenis orang yang terakhir yang lebih banyak beredar.

Sehingga muncul pertanyaan jenis usaha apa yang bisa, cocok atau realistis untuk dijalankan. Orang bijak bilang, buka mata buka telinga. Orang bingung bilang, lha.. sejak dari lahir mata dan telinga saya sudah terbuka. Padahal banyak orang bilang peluang bertaburan di mana-mana. Lantas bagaimana dan di mana ide untuk memulai suatu usaha bisa didapatkan?

Banyak cara yang dapat dilakukan, diantaranya:

  1. Sebenarnya, setiap masalah adalah peluang. Di sini berlaku petuah bijak, buka mata buka telinga, peluang bertaburan di mana-mana. Tapi buat sebagian orang memang tidak mudah mengkaitkan antara masalah dan peluang.
  2. Lakukan yang anda sangat sukai. Jika ada sesuatu yang anda bersedia lakukan dengan sepenuh hati siang dan malam tanpa dibayar. Percayalah, anda sudah bisa menghasilkan uang dari situ.
  3. Datang ke toko buku. Sekarang banyak buku-buku berbagai peluang usaha mulai dari dana minim sampai dana besar, usaha ibu rumah tangga, usaha berdasarkan kegembaran, usaha kuliner, dll. Buku tentang bagaimana cara memulai usaha juga ada.
  4. Beli majalah-majalah kewirausahaan. Di loper koran banyak majalah atau tabloid kewirausahaan beredar. Beli atau langganan saja beberapa diantaranya. Karena mereka sangat fokus membahas kewirausahaan.
  5. Diperbanyak mengobrol dengan orang lain. Ini yang banyak dilakukan orang sambil main golf, ketemu di kafe, reuni sekolah, dll. Mendengarkan orang lain bercerita atau masalah mereka kadang kala dapat menimbulkan ide bisnis tertentu.
  6. Menciptakan kondisi yang biasanya membuat otak menghasilkan pikiran-pikiran cemerlang. Ada yang dengan berlama-lama di toilet, pergi ke pantai atau nongkrong di mall sambil melihat keramaian orang.
  7. Cari informasi dari negara lain terutama negara tetangga. Apa yang sudah berjalan di negara tetangga seperti Malaysia biasanya dapat dijalankan di Indonesia.  Terutama karena adanya kesamaan kultur dengan Indonesia. Cara termudah, cari informasi sebanyak-banyaknya melalui google.com.my
  8. Informasi mengenai peluang usaha juga tersedia di situs-situs dalam negeri. Berikut beberapa diantaranya yang menyediakan informasi yang bukan kutipan dari website lain:
    - Okezone.com
    - Liputan 6 Online
    - Kompas Online
    - Detik.com
    - Tabloid Nova Online
    - Swa Online
    Website yang menyediakan tempat untuk membahas kegiatan wirausaha sangat banyak tapi website di atas saat ini sering memperbaharui informasi yang diberikannya. Selain itu juga mereka dikelola secara serius atau memiliki media informasi lain seperti televisi, koran atau tabloid.

Mudah-mudahan membantu memberi sedikit pencerahan.


Sumber: Http://kreativitas.net